Langsung ke konten utama

Beberapa alumni kampus IPB, UNPAD, UIN menginap di desa wisata hanjeli


bersantai sejenak di gubuk

Alhamdulillah, minggu kemarin kedatangan para tamu dari beberapa kampus.
mbak titi dari alumni diploma IPB, mbak dewi lestari alumni Unpad jurusan ekonomi dan kang Arijal dari UIN jurusan komunikasi.

kali ini para tamu menginap/ live in di homestay yang ada di Desa Wisata Hanjeli, Pada saat datang para tamu pun langsung disambut oleh pengelola untuk memilih homestay yang di inginkan.

Malam harinya suguhan makanan lokal disajikan untuk para tamu dengan ala kadarnya, mulai dari daun singkong, nasi liwet, ikan asin, turubuk, sambel dan lalaban lainnya.

Pagi harinya, udara segar dan cukup dingin menghampiri para tamu, pengelola pun mengajak mereka ke belakang untuk menghangatkan badan ( Siduru ) di hawu sambil ngobrol, untuk sebagian orang suasana seperti ini akan menjadikan kesan tersendiri karena mengingatkan nostagia jaman dahulu yang sudah jarang di temukan di kota-kota bahkan di daerah-daerah sekalipun, setelah itu di lanjut meninjau ke lokasi penanaman hanjeli sambil menikmati udara segar.

mengunjungi lokasi penanaman hanjeli

Karena sistem penanaman di kebun hanjeli adalah tumpang sari, jadi dalam satu area/kebun ada beberapa jenis tanaman dalam waktu bersamaan/agak bersamaan. Kebetulan pada saat itu sedang panen kacang tanah & kacang panjang, para tamu pun di ajak untuk ikut memanen dan hasil panen nya akan di sajikan untuk acara makan siang nanti.

kacang tanah siap di olah, langsung di panen dari desa wisata hanjeli
Saat ini di sukabumi sedang musim durian, biasanya di beberapa tempat di geopark pelabuan ratu pun suka di adakan festival durian jika musim durian datang, saat ini pun pohon durian dibelakang rumah pemilik homestay sedang berbuah, para tamu pun di ajak untuk mengambil durian yang sudah matang di pohon (jatohan) yang mempunyai rasa yang lebih manis/nikmat di bandingkan dengan durian yang di matangkan bukan di pohon/di peyeum.

Kegiatan di Desa Wisata Hanjeli kami lakukan untuk mengintegrasikan dengan semua kegiatan yg ada di kawasan Desa Wisata. Jadi wisatawan yg datang tidak hanya menikmati olahan makanannya saja, mereka pun bisa ikut memetik dan memanennya plus membuat olahannya sendiri.

Konsep yg kami gunakan adalah bukan konsep Wisata Masal (Mass Tourism). Tapi, konsep Eko Wisata (Eco Tourism) dimana ada nilai edukasi, menjaga, merawat dan berkelanjutan.

Untuk kedepannya akan ada permainan jaman baheula serta kegiatan nganjang ka sawah yg mengandung nilai history dan edukasi tinggi.

Kami mohon do'a dan supportnya supaya terus konsisten dalam pengembangan dan memberikan efek positif untuk kemajuan sukabumi, dan khususnya kemajuan untuk masyarakat lokal.

Hayu Ka Sukabumi......

photo dulu di depan kantor desa waluran mandiri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gotong Royong Masyarakat Menanam Hanjeli di Desa Wisata Hanjeli

  Hujan adalah anugrah bagi para petani desa. Air yg turun ke bumi akan menumbuhkan tanaman yg kita tanam. Aktifitas pagi ini adalah menanam padi di lereng atau di tegalan pegunungan. Kegiatan seperti ini rutin dilakukan ketika musim Hujan telah tiba, dari berbagai masyarakat yg ada di kampung ikut turun langsung. Jiwa gotong royongnya sangat kuat sehingga pekerjaan yg dilakukan cepat selesai. Selain tanam padi pastinya lokasi ini akan di tanam hanjeli. Beberapa bibit sudah kita bagikan kepada masyarakat. Bagi yg mau mengenal Tanaman Hanjeli yg sudah mulai langka, yuk's datang saja ke desa wisata hanjeli yg beralamat di Kp. Cekdam desa waluran mandiri Kec. waluran Kab. Sukabumi Jabar. Ini satu2nya di indonesia yaitu desa wisata yang fokus terhadap pengembangan edukasi wisata dan olahan pangan hanjeli. Penanam bibit hanjeli Lereng atau tegalan yang akan di tanam hanjeli

Motif Hanjeli | Kolaborasi Brand Teluh Jampang dengan Desa Wisata Hanjeli

Bicara tentang Jampang pasti selalu menarik untuk ceritakan.  Daerah yg memiliki kekayaan alam geologinya dan Bio Diversity yg sangat luar Biasa.  Tidak hanya alamnya saja ada sejarah Panjang tentang jampang mulai dari kehidupan Para Jawara yg memilki kesaktian yg tersohor ke seluruh indonesia.  Cara memperlihatkan kesaktianya tidak hanya yg terlihat saja ada juga yg tidak Nampak ( Goib ). Yg sering menjadi pembicaraan adalah kesaktian yg tidak terlihat, kadang banyak orang takut kalo kita bicara Tentang Jampang mereka sudah minder duluan karena orang Jampang sakti2. Hee. Bahkan jaman dahulu kalau seseorang ditolak Cintanya mereka akan datang ke Jampang untuk meminta orang yg dipujanya bisa takluk dan bertekuk lutut dihadapannya.  Percayalah itu hanya dulu dan hanya menjadi sebuah legenda saja yg sudah ditinggalkan oleh orang Jampang saat ini. Jampang saat ini sudah bertransformasi menjadi satu kawasan yg memiliki  ciri khas d...

Asep Hidayat Mustopa peraih KALPATARU pertama dari Kabupaten Sukabumi

"Dari Hanjeli untuk ibu Pertiwi" Belajar menjemput mimpi dari anak desa yg jauh dari ibu kota, dengan segala keterbatasan pengetahuan, pemikiran dan Financial kami terus berjalan pelan2.  Halangan dan rintangan yg cukup terasa kami harus tetap berjuang secara tertatih2 untuk meyakinkan bahwa apa yg kita perjuangkan ini memiliki nilai yg luar biasa.  Lewat Hanjeli kami memberikan pesan bahwa anak desa mampu melakukan sesuatu yg terbaik, siapapun bisa berbuat kebaikan dan bisa berbicara di tingkat nasional. suatu kebaikan itu bisa kita capai asal komitmen dan teguh pendirian.  Sebuah perjalanan panjang selama 13 tahun ini. Alhamdulillah, mengantarkan kami mendapatkan penghargaan tertinggi yaitu Penghargaan KALPATARU 2023 dari Kementerian KLHK RI. Kami banyak belajar dengan konsep Pentahelix mulai dengan peran para Akademisi, Pelaku Usaha, Organisasi/Komunitas, Pemangku Kebijakan dan para media.  Untuk menjemput mimpi ini pastinya memiliki proses...