Langsung ke konten utama

SURAT DARI PURWOREJO

" Surat dari Purworejo "

Cuaca sabtu sore hari itu lumayan cerah, langit biru dihiasi awan putih kekuningan yg tersinar matahari sore. 

Tanpa diundang Datanglah tukang pos dengan motor warna orange yg khas berhenti depan rumahku, sambil mengayukan standar motor beliau bergegas dengan memegang sepucuk surat warna putih dengan Cap/ Prangko tertempel diujung kanan sambil bertanya " Leres ieu bumina pa Asep ...? " " Betul ini rumahnya pak. Asep..? ".

" Leres kang " sahut ayahku kepada tukang Pos sambil mengambil sepucuk surat yg dibawa oleh tukang pos. 

Tanpa basa- basi tukang pos pun langsung pamit dan begegas pulang untuk melanjutkan tugas selanjutnya. 

Ayahku lalu memberitahu Denie Ramadhan untuk menelepon saya " den, telepon asep ieu aya Surat ". 

Tanpa pikir panjang Denie langsung mencari WA saya sambil menelpon pake aplikasi WA dengan suara yg kurang jelas. Lalu saya telepon balik dengan telepon biasa karena pake WA agak kurang jelas. 

" A ieu aya surat ti Purworejo " ungkap deni kepada saya. 
Lalu saya tanya balik " surat naon den ? coba potokeun." 

Tanpa waktu lama deni langsung kirim foto surat via WA. 

Saya coba baca pelan2 mulai dari pembukaan Ucapan terimakasih, isi surat hingga penutup. 

Ada beberapa point dari surat yg beliau kirim untuk kami yaitu :
• Beliau tahu saya dari Kompas media yg meliput saya tentang Pangan Hanjeli.
• Beliau menjelaskan lahan pedesaannya yg kering sehingga ingin belajar budidaya hanjeli untuk meningkatkan nilai ekonomi.
• Beliau ingin tahu Waktu tanam,  Cara Tanam, Jarak tanam, bagaimana pengolahannya Hanjeli apakah menggunakan mesin Gabah/ Padi.
• Beliau juga ingin tahu diolah jadi produk apa saja. 

Yg terakhir ucapan kepada kami untuk kesediaannya mengirimkan Bibit Hanjeli dengan mengirimkan selembar uang pecahan 50 ribu. 

Tulisan dalam surat yg paling bawah adalah Tanda Tangan berikut nama beliau dengan lengkap serta titi mangsa sekitar tanggal 05 Mei 2020. 

Ada beberapa hal yg ingin coba saya bedah. 

Pertama : Jujur, seumur hidup baru kali ini ada yg mengirim menggunakan surat, padahal diera modern seperti ini sangat mudah menggunakan Aplikasi bisa via WA, FB dan lainnya. 
Toh, selama ini yg memesan Hanjeli kesaya semua lewat aplikasi Media sosial. 
Saya merasa kembali ke - 20 tahun yang lalu dimana Surat menjadi media pelantara penting dalam komunikasi.

Kedua : bagi saya ini menjadi sebuah pengahrgaan khusus yg sangat luar biasa dan insyallah akan saya kirim tanpa mengurangi rasa hormat. 

Ketiga : Ini harus jadi perhatian khusus,  bagaimana tidak, orang jauh disana mereka ingin menaman hanjeli sedangkan ditempat sendiri orang masih ogah untuk membudidayakannnya. 
Semoga sinergitas dan perhatian dari pemerintah untuk sama2 membangun hanjeli ini menjadi Icon Sukabumi.

Keempat : dengan hadirnya surat ini semoga kami tetap semangat melestarikan agak Pangan Hanjeli ini tetap lestari dan tidak hilang dimakan oleh jaman.

Terima kasih Pak. SUTARTO anda sudah membuat kami merasa bangga. 

Sukabumi, 14 Juni 2020.
Hidayat Asep | Founder Desa Wisata Hanjeli.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gotong Royong Masyarakat Menanam Hanjeli di Desa Wisata Hanjeli

  Hujan adalah anugrah bagi para petani desa. Air yg turun ke bumi akan menumbuhkan tanaman yg kita tanam. Aktifitas pagi ini adalah menanam padi di lereng atau di tegalan pegunungan. Kegiatan seperti ini rutin dilakukan ketika musim Hujan telah tiba, dari berbagai masyarakat yg ada di kampung ikut turun langsung. Jiwa gotong royongnya sangat kuat sehingga pekerjaan yg dilakukan cepat selesai. Selain tanam padi pastinya lokasi ini akan di tanam hanjeli. Beberapa bibit sudah kita bagikan kepada masyarakat. Bagi yg mau mengenal Tanaman Hanjeli yg sudah mulai langka, yuk's datang saja ke desa wisata hanjeli yg beralamat di Kp. Cekdam desa waluran mandiri Kec. waluran Kab. Sukabumi Jabar. Ini satu2nya di indonesia yaitu desa wisata yang fokus terhadap pengembangan edukasi wisata dan olahan pangan hanjeli. Penanam bibit hanjeli Lereng atau tegalan yang akan di tanam hanjeli

Motif Hanjeli | Kolaborasi Brand Teluh Jampang dengan Desa Wisata Hanjeli

Bicara tentang Jampang pasti selalu menarik untuk ceritakan.  Daerah yg memiliki kekayaan alam geologinya dan Bio Diversity yg sangat luar Biasa.  Tidak hanya alamnya saja ada sejarah Panjang tentang jampang mulai dari kehidupan Para Jawara yg memilki kesaktian yg tersohor ke seluruh indonesia.  Cara memperlihatkan kesaktianya tidak hanya yg terlihat saja ada juga yg tidak Nampak ( Goib ). Yg sering menjadi pembicaraan adalah kesaktian yg tidak terlihat, kadang banyak orang takut kalo kita bicara Tentang Jampang mereka sudah minder duluan karena orang Jampang sakti2. Hee. Bahkan jaman dahulu kalau seseorang ditolak Cintanya mereka akan datang ke Jampang untuk meminta orang yg dipujanya bisa takluk dan bertekuk lutut dihadapannya.  Percayalah itu hanya dulu dan hanya menjadi sebuah legenda saja yg sudah ditinggalkan oleh orang Jampang saat ini. Jampang saat ini sudah bertransformasi menjadi satu kawasan yg memiliki  ciri khas d...

Asep Hidayat Mustopa peraih KALPATARU pertama dari Kabupaten Sukabumi

"Dari Hanjeli untuk ibu Pertiwi" Belajar menjemput mimpi dari anak desa yg jauh dari ibu kota, dengan segala keterbatasan pengetahuan, pemikiran dan Financial kami terus berjalan pelan2.  Halangan dan rintangan yg cukup terasa kami harus tetap berjuang secara tertatih2 untuk meyakinkan bahwa apa yg kita perjuangkan ini memiliki nilai yg luar biasa.  Lewat Hanjeli kami memberikan pesan bahwa anak desa mampu melakukan sesuatu yg terbaik, siapapun bisa berbuat kebaikan dan bisa berbicara di tingkat nasional. suatu kebaikan itu bisa kita capai asal komitmen dan teguh pendirian.  Sebuah perjalanan panjang selama 13 tahun ini. Alhamdulillah, mengantarkan kami mendapatkan penghargaan tertinggi yaitu Penghargaan KALPATARU 2023 dari Kementerian KLHK RI. Kami banyak belajar dengan konsep Pentahelix mulai dengan peran para Akademisi, Pelaku Usaha, Organisasi/Komunitas, Pemangku Kebijakan dan para media.  Untuk menjemput mimpi ini pastinya memiliki proses...