Next Journey...
menikmati Keindahan Kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu.
Spot Pertama adalah Museum papsi, Arboretum Ciletuh, disamping Papsi saya menjelaskan bagaimana Terbentuknya Amphitheater yg menakjubkan ini. Bayangkan Abrasi / Colaps atau disebut longsoran yg bisa langsung disaksikan oleh kasat mata hasil Geologi.
Jika kita berada di Panenjouan sekilas kita sedang menikmati atraksi alam yg ada dibawah, mulai dari aktifitas warga yg menanam padi, hilir mudik kendaraan, sawah yg tercetak sangat seperti Puzle yg rapiih.
Perjalanan selanjutnya menuju Curug Sodong yaitu Curug yg memiliki dua aliran air, tingginya sekitar 25 meteran dan dialiri dari Beberapa Air terjun yg lainnya.
Nama Curug Sodong diambil dari bentuk Curug yg dibawah menyedong / Sedong kedalam.
Curug Sodong Dialiri oleh 3 Curug yaitu Curug Cikanteh, Curug Ngelay dan Curug Cikaret.
Sambil menikmati indahnya Curug sodong beberapa anak2 dari SAT ada yg memesan kelapa muda sambil menikmati dipinggir Curug yg ditemani gemercik air Terjun.
Setelah dari Curug Sodong kita melanjutkan perjalanan ke Curug Cimarinjung.
Curug Cimarinjung diambil dari nama sebuah kampung yg ada di desa Ciemas. Curug ini sering disebut oleh wisatawan sebagai The King Of Waterfalls karena air terjun ini memilki karakteristik yg unik. Kalau kita masuk ke dalam seolah2 kita berada dijaman Jurasic Park, bebatuannya khas yg kokoh menjulang tinggi.
perjalanan selanjutnya yaitu ke Geopark point untuk menikmati hidangan Makan Siang. sayang, pas mau pulang kami diguyur hujan lebat sehingga harus menepi di warung warga, sambil menunggu hujan reda beberapa anak ada yg menghangatkan tubuh dengan segelas air Teh Hangat ,Goreng pisang, serta susu hangat.
hujan mulai reda,perjalanan kami lanjutkan untuk menyantap ayam geprek.
selesai makan anak2 melaksanakan sholat dzuhur bersma.
karena perjalanan masih ada dua spot lagi, kami langsung bergegas masuk ke mobil masing2.
perjalanan dari Ciwaru ke Pasir Panjang memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan.
ketika tiba di Pasir Panjang di Kampung Budaya ( Pancanaka ) kami disambut oleh siswa SMP dan SMA dengan senyum yg ramah dan penuh gembira.
pertama masuk kami langsung disambut oleh musik khas sunda, ki dalang sudah siap dengan baju khas dan kumis tipisnya yg terlihat rapi, serta anak2 dengan pandai memainkan alat musk dengan apik dan baju yg kemilau kekuningan.
penampilan pertama atraksi Pencak silat yg dimainkan oleh seorang pria muda yg aktif dan aktraktif. serta penampilan kedua yaitu tarian JAE dan Kuda Lumping. tarian JAE adalah akulturasi budaya jawa yg tinggal di daerah sunda.
penampilan selanjutnya yaitu dari kidalang dengan memperlihatkan tokoh seperti Cepot, astrajingga dll.
perjalanan terakhir adalah menuju ke Pangumbahan yaitu penakaran penyu dan sekaligus pelepasan tukik.
sebelum pelepasan kami diberi pengarahan dan info tentang Penyu dan bagaimana kehidupannya.
penyu itu hewan langka yg dilindungi sehingga wajib menjaganya.
karakteristik penyu yaitu bila dia dilahirkan di pangumbahan maka dia akan kembali lagi ke tempat semula.
nah, waktu yg paling ditunggu2 adalah pelepasan Tukik.
anak2 SAT sangat antusias melihat pelepasan secara langsung dan mereka menyaksikan bagaiman tukik itu mengarungi gelombak ombak yg ganas dan mengarungi samudera Hindia.
Alhamdulillah, pelajaran yg tak akan pernah dilupakan.... Terimakasih SAT
BalasHapus